
Nasi Gandul
Pati, Pasti menu satu ini sudah tak asing lagi di lidah penduduk
Kabupaten Pati. Ya, nasi gandul. Masakan ini adalah salah satu makanan
khas Kabupaten Pati yang mempunyai julukan Bumi Mina Tani selain semur
lodeh. Bagi anda warga pendatang atau ingin singgah di Pati, rasanya
kurang afdol jika belum sempat mencoba nasi gandul yang mempunyai cita
rasa gurih ini.
Tidak susah mencari menu masakan ini di kota asalnya. Anda dapat dengan
menudah menemukan masakan tersebut di seantero wilayah Pati. Terlebih di
pusat kota. Hampir di setiap ruas jalan ada pedagang nasi gandul.
Dari kelas restoran sampai warung tenda yang siap melayani hasrat kuliner para peminatnya dari pagi hingga malam hari.
Tapi, bagaimana jika hasrat kuliner itu muncul tengah malam? Jangan
khawatir, ada Bu Siti (49) yang siap memuaskan hasrat Anda tersebut. Ya,
ibu yang telah menjajakan nasi gandul lebih dari setengah dasawarsa
ini, memang sengaja mulai menghidangan nasi gandul saat tengah malam
atau dini hari hingga menjelang subuh.
Rasanya pun tak mengecewakan. Setiap pengunjung tetap dapat merasakan
gurihnya kuah gandul yang berbahan dasar santan, meskipun dia mengaku
tak banyak mengunggunakan sari kelapa untuk masakannya itu.
“Memang sengaja tidak banyak menggunakan santan untuk mengurangi rasa
enek. Saya lebih memilih pakai kaldu sumsum dan daging sapi untuk tetap
menjaga rasa gurihnya,” ujar Siti warga Desa Gajahmati Kecamatan Pati
yang membuka tenda makan di Jalan Diponegoro atau sebelah selatan Pasar
Puri, kemarin.
Dari pengakuannya tersebut, tak heran jika kuah gandulnya terlihat encer
dan rasanya pun tetap gurih. Pembeli yang datang pun bisa menemukan
rasa segar dalam kuah bersantan khas nasi gandul. Terlebih setelah
diberi perasa jeruk nipis sebagai sentuhan akhirnya.
“Tinggal pilih, mau pakai daging, kikil atau jeroan. Harganya sama, Rp
4.000/porsi. Tapi, kalau pakai telur lebih murah, cuma Rp 3.000 saja,”
tawar dia di tengah kesibukannya melayani pembeli.
Selain itu, ada satu lagi yang istimewa. Otak goreg yang dibaluri
kocokan telur ayam. Selain tekstur lembut dan gurihnya, pengunjung juga
dapat menemukan rasa krispi lapisan luar saat menikmati gorengan
tersebut. Tapi, Anda harus datang lebih awal agar dapat mencicipi menu
tersebut. Sebab, persediaannya terbatas.
“Sehari paling hanya menyediakan selusin goreng orak. Biasanya satu jam
setelah dasaran (buka warung-Red) sudah habis. Harganya plus nasi gandul
cuma Rp 7.000. Mulai buka pukul 23.30-04.00. Tapi, pas ramai, pukul
03.00 sudah kukutan,” ucapnya.
Dikatakan, kebanyakan pelanggannya adalah masyarakat lokal. Selain itu,
ada juga yang berasal dari luar kota, seperti sopir bis, truk atau
penumpang bus antar kota yang turun di Halte Pasar Puri.
Untuk menemukan lokasi warungnya sangat mudah. Dari Alun-alun Kota,
arahkan stir kendaraan menuju Jalan P Sudirman. Setelah melewati gedung
BCA, tepat di depan Kantor Bakorwil Pati atau di pertigaan Jalan
Sudirman, banting stir ke arah utara masuk Jalan Kolonel Sunandar.
Setelah trafick light (bangjo), ambil arah timur menuju Jalan Diponegor.
Lokasinya, tepat di belakang Halte Pasar Puri.
Nah, sekarang tak perlu khawtir lagi untuk memenuhi hasrat kuliner
tengah malam Anda. Berbekal Rp 4.000 sampai Rp 7.000 saja, Anda sudah
dapat menikmati sensasi rasa gurih dan segar nasi gandul olahan Bu Siti.
Nasi gandul racikan Bu Siti ini mungking bisa menjadi pertimbangan anda
untuk menu makan malam nanti. Lokasi warungnya persis di belakang halte
bis Puri, Pati. Silahkan coba………???
sumber : K34/SM/Yudha Putra K