AKSI Salip BUS Indonesia yg dilirik dunia

Selasa, 24 November 2015

Aksi Salip ala Sopir Bus di Indonesia Jadi Perhatian Dunia

Citizen6, Jakarta Ketika berada di jalan raya, kita memang dapat melihat berbagai karakter orang dalam mengendarai kendaraan mereka. Salah satu yang sering kita lihat adalah menyalip atau mendahului kendaraan lain.
Menyalip memang sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan masyarakat di Indonesia. Namun, apakah Anda pernah melihat kendaraan besar seperti bus menyalip dengan aksi 'brutal' di jalanan?
Ya, sebuah video yang tersebar di internet baru-baru ini menjadi perbincangan masyarakat dunia. Video berdurasi 1 menit 18 detik ini memperlihatkan aksi sopir bus pariwisata yang ugal-ugalan ketika melaju di jalan raya. Tak hanya itu, sang sopir juga sangat merugikan dan membahayakan pengendara lainnya karena menyalip dengan seenaknya hingga hampir terjadi tabrakan dengan beberapa pengendara motor dan mobil.
Video tersebut pun sontak menarik perhatian masyarakat Tanah Air hingga dunia. Terlihat sebuah media terkemuka Dailymail membahas ulah 'brutal' pengendara bus yang hanya terjadi di Indonesia ini pada Kamis, 12 November 2015.
Momen menegangkan tersebut nyatanya diambil oleh seorang pengendara mobil di daerah Jawa Tengah. Orang yang merekam video itu pun sangat kaget dan tak menyangka bahwa sang sopir memiliki nyali yang besar karena membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Nah, bagaimana menurut Anda?

PO(Perusahaan Otobus) disanksi KEMENHUB

Ini Daftar 26 Operator Bus Nakal yang Disanksi Kemenhub

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenedral Perhubungan Darat (Ditjen Hubda) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merilis daftar Perusahaan Otobus (PO) Bus nakal yang terbukti menaikkan tarif saat menjalankan trayek di musim lebaran beberapa bulan lalu.
Setidaknya ada 26 PO bus yang melibatkan 56 kendaraan yang dihukum. Kendaraan yang bersangkutan dilarang beroperasi. Selain itu, ini merupakan evaluasi tahunan yang dilakukan ole‎h Kemenhub setiap tahunnya.
Direktur Jendral Perhubungan Darat Djoko Sasono mengaku‎ akan terjun langsung untuk menyita kartu pengawasan kendaraan dan akan dikembalikan sesuai dengan masa sanksi yang dikenakan.
"Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, ternyata tahun ini meningkat jumlahnya, jadi tahun 2014 itu terjadi pelanggran 18 PO dengan 31 kendaraan, jadi kalau dilihat dari data itu ada peningkatan signifikan, ada peningkatan 8 PO‎," kata Djoko di Kemenhub, Jakarta, Selasa (22/9/2019).
Dari 26 PO tersebut, hanya 1 PO yang ditindak Kemenhub berdasarkan dari hasil laporan masyarakat. Sementara sebagian besar berdasarkan investigasi tim yang diterjunkan langsung oleh Kemenhub saat operasi lebaran lalu.
Untuk itu, ke depan, Kemenhub meminta kepada masyarakat untuk lebih aktif dalam melaporkan bus-bus yang terbukti nakal saat beroperasi, mulai dari menaikkan tarif hingga menurunkan penumpang di tengah jalan.
"Jadi memang kesulitan kita di situ, kita harapkan sebenarnya lebih banyak laporan dari masyarakat karena mereka yang bersinggungan langsung, tapi kenyataannya mereka tidak melapor karena berpikir tidak mau repot," terangnya.
Adapun hukuman yang diberlakukan adalah dengan melarang bus-bus yang bersangkutan untuk tidak beroperasi selama masa yang ditentukan. Sementara untuk PO, dilarang melakukan pengembangan usaha dalam jangka waktu yang ditentukan.
Lalu apa saja operator bus nakal tersebut? Berikut daftarnya:
1. Aladin
2. CV Minanga Expres
3. Dewi Sri Putra
4. Doa Ibu
5. Garuda Mas
6. Indonesia
7. Jaya Utama
8. Krui Putra
9. Kurnia Jaya
10. Lantra Jaya
11. Luragung Jaya
12. Madona
13. Maju Lancar
14. Menara Jaya
15. Medeka
16. Muara Dua Expres
17. PT Bhineka Cabang Cirebon
18. PT Dedy Jaya Lambang Perkasa
19. PT Dewi Sri
20. PT Putra Luragung Sakti
21. PT Putri Jaya Anugrah
22. PT Setia Negara
23. PT Sumber Waras Putra Cabang Yogyakarta
24. Putri Luragung
25. Sahabat
26. Sinar Mandiri

Commuter line Jakarta Kota-Tanjung Priok line

Jakarta Kota-Tanjung Priok KRL Commuterline line to reopen after 7 years

By Coconuts Jakarta November 24, 2015 / 13:05 WIB

Good news for those who wished for railway transport to the north, the KRL Commuterline will once again run on the Jakarta Kota-Tanjung Priok line.

The railway was closed for 7 years. Repairs began several months ago and the Jakarta Kota-Tanjung Priok line is planned to be operational before the end of the year.

“The reopening of the Jakarta Kota-Tanjung Priok line is important as it could be the main access way for the capital’s citizens to get up north and vice versa,” said Bambang Setiyo Prayitno, senior manager of corporate communications at PT KAI Jakarta, as quoted by Warta Kota.

PT KAI has conducted several test runs on the repaired railway, but concedes that they, along with the Jakarta provincial government, must evacuate several illegal settlements built along the railway for safety reasons before it can be fully functional.

The Jakarta Kota-Tanjung Priok line will service four KRL stations: Jakarta Kota, Kampung Bandan, Ancol, and Tanjung Priok.

Argo Sindoro Anjlok, Perjalanan KRL Terganggu

Sabtu, 21 November 2015 | 17:15 WIB
IWAN SETIYAWAN (SET) Kereta Komuter - Rangkaian KRL commuter line melintas di jalur di kawasan Kalibata, Jakarta beberapa waktu lalu
JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan kereta listrik commuter line di Jabodetabek terganggu akibat kereta jarak jauh Argo Sindoro yang anjlok di Stasiun Jayakarta sekitar pukul 15.22 WIB, Sabtu (21/11/2015).

Untuk mengantisipasi gangguan tersebut, PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) membentuk pola pengaturan perjalanan KRL melalui sejumlah perubahan.

"Perjalanan Bekasi sampai Jakarta Kota, sebagian perjalanan hanya sampai Manggarai dan sebagian tetap menuju Jakarta Kota melalui lintas Pasar Senen ke Kampung Bandan baru ke Jakarta Kota," kata Manager Communication PT KCJ Eva Chairunisa melalui keterangannya, Sabtu petang.

Kemudian, perjalanan kereta Bogor hingga Jakarta Kota dan sebaliknya, sebagian perjalanan hanya sampai Stasiun Manggarai dan sebagian menuju Stasiun Jakarta Kota melalui lintas Tanah Abang-Duri.

Perjalanan kereta lintas Jakarta Kota sampai Manggarai untuk saat ini ditiadakan sembari menunggu proses penanganan kereta jarak jauh yang anjlok.

Pengaturan tersebut berimbas pada waktu tempuh perjalanan kereta menjadi lebih lama.

"Penumpang diimbau untuk menggunakan moda lain apabila tidak dapat menunggu. Bagi penumpang yang telah membeli tiket, diperkenankan refund pada loket stasiun. Kami minta maaf atas gangguan ini," tutur Eva

Terminal Pati
(Suara Muria) KOTA – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Pati kini tengah mengajukan permohonan rekomindasi kep Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan berkait dengan rencana pembangunan terminal bus tipe A. Sebab, kondisi terminal bus yang selama ini terletak di Desa Semampir, Kecamatan Kota Pati, benar-benar sudah tidak layak dari sisi tuntutan penyediaan fasilitas umum. Selain terlalu sempit, bila hujan deras, bagian dalam terminal juga tergenang.
Di samping, banyak bus yang melayani trayek Pati-Jakarta-Sumatera tidak bisa masuk ke terminal tersebut sehingga banyak yang ngetem menunggu pemberangkatan di tempat-tempat agen penjualan tiket. Akibatnya, sepanjang jalan raya Pati-Gabus, banyak agen bus jurusan Sumatera yang tidak memperhatikan kepentingan jalan lainnya. Dengan kata lain, para pengguna jalan sering terganggu oleh bus-bus yang keluar-masuk agen yang semuanya di pinggir jalan raya tersebut.
Ditanya berkait hal itu, Kepala Dishubkominfo, Dadik Sumarji tidak mengelak berdasarkan tuntutan penyediaan fasilitas untuk piblik yang memadai, maka sejak dua tahun lalu pihaknya sudah merencanakan memindahkan lokasi dan meningkatkan status kelas terminal tersebut. Akan tetapi, masalhnya masih menunggu penyelesaian Peraturan Daerah (Peda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ternyata cukup alot pembahasannya. “Setelah beberapa waktu lalu perda itu disahkan dan ditetapkan, maka kami dalam melangkah punya dasar hukum yang kuat, “ujarnya.
Pembebasan
Maksudnya, lanjut Dadik Sumarji dasar hukum tersebut khusus berkait dengan penetapan lokasi terminal. Jadi, pihaknya tidak bisa asal-asalan dalam menentukan lokasi fasilitas umum agar tidak bertentangan dengan RTRW. Mengingat dasar untuk itu sudah ada, maka secara yuridis formal, jika kelak llokasi terminal tersebut ditetapkan, jangan sampai ada pihak-pihak yang karena beda kepentingan justru mempersoalkan. Jika hal itu terjadi, sama saja menghambat pelaksanaan penyediaan fasilitas umum yang memang sudah tidak bisa ditunda itu.
Sebab, umtuk membangun fasilitas tersebut alokasi anggarannya tentu dari pusat. Pemkab hanya menyediakan lahan untuk keperluan dimaksud, sehingga pengajuan rekomendasi tentang persetujuan lokasi tentu mutlak diperlukan. Adapun lokasi yang dipilih sesuai RTRW untuk lokasi terminal tipe A itu berada disekitar ujung barat jalur lingkar selatan (JLS) Pati.
Jika kelak rekomendasi tentang persetujuan lokasi sudah didapat, pada tahapan berikutnya dia akan membentuk tim yang bertugas menangani pembebasan tanah.

Simpang LIma Pati
Simpang LIma Pati
SEDIKITNYA ada 7 wahana permainan anak-anak di kawasan Simpati yang dibanjiri pengunjung. Seperti yang disaksikan Radar Kudus, Senin (14/9) malam. Selain ada wahana lama mandi bola, mobil-mobilan, kereta putar, ada pula wahana baru miniatur helikopter yang didatangkan dari Surabaya lima hari lalu.

Wahana yang terakhir, ternyata menjadi favorit warga Pati yang mengisi libur lebaran kali ini. Saiful salah satu pengujung mengaku cukup senang dengan keberadaan wahana permainan yang ada di Alun-alun Pati. Selain biayanya terjangkau, tempat itu juga menjadi alternatif tempat hiburan sekaligus berwisata anaknya.
”Di Pati kan tidak ada tempat hiburan atau tempat wisata untuk anak. Setidaknya keberadaan wahana ini dapat menjadi pengobatnya,” kata Saiful warga Pucakwangi yang berkunjung bersama kedua anaknya.
Ungkapan yang sama disampaikan Rini. Ke depan dia berharap Pemkab Pati dapat mengelola dengan baik keberadaan fasilitas untuk anak-anak tesebut. Pasalnya wahana bermain di alun-alun itu sudah cukup dikenal masyarakat Pati.
”Jadi Pemkab Pati semestinya mengapresiasi keberadaan tempat-tempat seperti ini. Apa lagi sejauh ini Pati belum punya tempat wisata yang baik dan dikelola professional,” ungkap Rini tengah menikmati masa mudiknya.
Sementar itu Eko salah satu karyawan sekaligus operator wahana permainan miniatur helikopter menuturkan, selama mengoprasikan permainan tersebut, dirinya dapat memperoleh hasil kotor sekitar Rp 300 ribu – Rp 500 ribu setiap malamnya.
Eko mengatakan, untuk wahana helikopter yang diisi enam penumpang, setiap anak dikenai biaya Rp 4 ribu, selama 3 menit. Dan selama musim lebaran, pihaknya mengaku cukup kewalahan dengan animo pengunjung.
”Mungkin jenis permainan ini masih baru di Pati, jadi wajar anak-anak banyak yang berminat dan penasaran. Bentuknya yang seperti helikopter sungguhan, membuat anak-anak tertarik.sumber : Jawa Pos

Nasi Gandul
Pati, Pasti menu satu ini sudah tak asing lagi di lidah penduduk Kabupaten Pati. Ya, nasi gandul. Masakan ini adalah salah satu makanan khas Kabupaten Pati yang mempunyai julukan Bumi Mina Tani selain semur lodeh. Bagi anda warga pendatang atau ingin singgah di Pati, rasanya kurang afdol jika belum sempat mencoba nasi gandul yang mempunyai cita rasa gurih ini.
Tidak susah mencari menu masakan ini di kota asalnya. Anda dapat dengan menudah menemukan masakan tersebut di seantero wilayah Pati. Terlebih di pusat kota. Hampir di setiap ruas jalan ada pedagang nasi gandul.
Dari kelas restoran sampai warung tenda yang siap melayani hasrat kuliner para peminatnya dari pagi hingga malam hari.
Tapi, bagaimana jika hasrat kuliner itu muncul tengah malam? Jangan khawatir, ada Bu Siti (49) yang siap memuaskan hasrat Anda tersebut. Ya, ibu yang telah menjajakan nasi gandul lebih dari setengah dasawarsa ini, memang sengaja mulai menghidangan nasi gandul saat tengah malam atau dini hari hingga menjelang subuh.
Rasanya pun tak mengecewakan. Setiap pengunjung tetap dapat merasakan gurihnya kuah gandul yang berbahan dasar santan, meskipun dia mengaku tak banyak mengunggunakan sari kelapa untuk masakannya itu.
“Memang sengaja tidak banyak menggunakan santan untuk mengurangi rasa enek. Saya lebih memilih pakai kaldu sumsum dan daging sapi untuk tetap menjaga rasa gurihnya,” ujar Siti warga Desa Gajahmati Kecamatan Pati yang membuka tenda makan di Jalan Diponegoro atau sebelah selatan Pasar Puri, kemarin.
Dari pengakuannya tersebut, tak heran jika kuah gandulnya terlihat encer dan rasanya pun tetap gurih. Pembeli yang datang pun bisa menemukan rasa segar dalam kuah bersantan khas nasi gandul. Terlebih setelah diberi perasa jeruk nipis sebagai sentuhan akhirnya.
“Tinggal pilih, mau pakai daging, kikil atau jeroan. Harganya sama, Rp 4.000/porsi. Tapi, kalau pakai telur lebih murah, cuma Rp 3.000 saja,” tawar dia di tengah kesibukannya melayani pembeli.
Selain itu, ada satu lagi yang istimewa. Otak goreg yang dibaluri kocokan telur ayam. Selain tekstur lembut dan gurihnya, pengunjung juga dapat menemukan rasa krispi lapisan luar saat menikmati gorengan tersebut. Tapi, Anda harus datang lebih awal agar dapat mencicipi menu tersebut. Sebab, persediaannya terbatas.
“Sehari paling hanya menyediakan selusin goreng orak. Biasanya satu jam setelah dasaran (buka warung-Red) sudah habis. Harganya plus nasi gandul cuma Rp 7.000. Mulai buka pukul 23.30-04.00. Tapi, pas ramai, pukul 03.00 sudah kukutan,” ucapnya.
Dikatakan, kebanyakan pelanggannya adalah masyarakat lokal. Selain itu, ada juga yang berasal dari luar kota, seperti sopir bis, truk atau penumpang bus antar kota yang turun di Halte Pasar Puri.
Untuk menemukan lokasi warungnya sangat mudah. Dari Alun-alun Kota, arahkan stir kendaraan menuju Jalan P Sudirman. Setelah melewati gedung BCA, tepat di depan Kantor Bakorwil Pati atau di pertigaan Jalan Sudirman, banting stir ke arah utara masuk Jalan Kolonel Sunandar. Setelah trafick light (bangjo), ambil arah timur menuju Jalan Diponegor. Lokasinya, tepat di belakang Halte Pasar Puri.
Nah, sekarang tak perlu khawtir lagi untuk memenuhi hasrat kuliner tengah malam Anda. Berbekal Rp 4.000 sampai Rp 7.000 saja, Anda sudah dapat menikmati sensasi rasa gurih dan segar nasi gandul olahan Bu Siti. Nasi gandul racikan Bu Siti ini mungking bisa menjadi pertimbangan anda untuk menu makan malam nanti. Lokasi warungnya persis di belakang halte bis Puri, Pati. Silahkan coba………???
sumber : K34/SM/Yudha Putra K

Tourismo (EKA) TRISAKTI

Selasa, 03 November 2015

Bus EKA asal jateng ini membawa penumpang dari seluruh penjuru jawa
dengan trayek JATENG - JATIM, bus eka ini dengan gesit mengantar penumpang dengan tepat waktu
dan keluaran bus terbarunya yaitu TOURISMO keluaran karoseri trisakti, magelang, jawa tengah.
Karoseri ini adalah yang terbaru dan yang lumayan masih sepi di PO bus di indonesia.
 

Paling sering dibaca

LAEN-LAEN